Minggu, 01 Maret 2020

Review Film The Invisible Man 2020 (THE BEST FILM HORROR-THRILLER PEMBUKA 2020) MENGANDUNG SPOILLER


Hey hoy semua!!!
Selamat datang kembali ke blog akuuuu
Baiklah setelah sekian lama tidak menulis, kali ini aku akan mereview film horror thriller yang sedang hangat di akhir februari 2020 kemarin. Yap film THE INVISIBLE MAN.
Sebenarnya aku tu paling takut nonton film horror, Cuma aku benar-benar penasaran abis nontoh trailer nya di youtube kan, so I putuskan untuk harus nonton film ini walaupun jantung ku harus berdegup kencang selama dua jam.

Eitss, before you guys lanjut baca, ku kasih tau dulu bahwa tulisan ini mengandung SPOILER, sp bagi yang belum nonton dan ga mau dispoilerin jangan lanjut baca yooo…

Jadi film ini bercerita tentang seorang wanita yang bernama Cecilia (Elisabeth Moss) yang mencoba melarikan diri dari suaminya Adrian (Oliver Jackson) dan pelariannya ini ditolong oleh adiknya Cecilia yang bernama Emily (Harriet Dyer). Dengan perlahan-lahan dicampur dengan sedikit rasa panic, Cecilia melarikan diri malam-malam saat suaminya terlelap sampai ditengah jalanan dia dijemput Emily. Adegannya sangat menegangkan karena si Adrian sempat ngejar Cecilia sampai dimobilnya Emily dan untungnya Cecilia sempat naik duluan walaupun kaca mobilnya dipecahin sama Adrian gitu.

Cecilia sembunyi di rumah teman kecilnya yang juga kenalannya Emily yang merupakan seorang duda beranak satu berprofesi sebagai polisi namanya James (Aldir Hodge). Selama dua minggu Cecilia berdiam diri di rumah tak berani keluar karena takut ketahuan oleh Adrian namun datang kabar gembira dari Emily yang mengatakan bahwa Adrian sudah meninggal dunia karena bunuh diri. Hal tersebut membuat Cecilia senang dan mulai terlihat cerah harinya.

Lalu dihari yang sama rupanya Cecilia mendapat surat dari pengacara Adrian untuk membahas harta warisan yang ditinggal Adrian. Pengacaranya tak lain merupakan adik kandung dari Adrian yang bernama Tom (Michael Dorman). Menerima warisan yang jumlahnya fantastis, Cecilia pun membiayai kuliahnya anak dari James yang benama Sydney (Storm Reid). 

Semua hal terlihat baik-baik saja dan menyenangkan tapi tidak berlangsung lama. Cecilia sering merasa ada yang mengawasinya namun ia tak tahu dan tak bisa menjelaskannya kepada orang-orang di sekitarnya. Kecurigaan semakin jelas ketika pada suatu malam Cecilia terbangun dan melihat selimutnya terjatuh, lantas Cecilia mengambil selimutnya namun ia melihat dengan jelas bahwa selimutnya seolah-olah ada yang nginjak dan Cecilia pun kesulitan menariknya. Ia berteriak dan membangunkan James dan Sydney. Tentu saja James menganggap Cecilia hanya trauma.

Kejanggalan demi kejanggalan pun terus bermunculan, saat Cecilia melamar kerja namun hasil karya yang akan ditunjukkan hilang dari tas, lalu obat yang Cecilia jatuhkan pada saat malam ia lari dari Adrian tiba-tiba ada di rumahnya, tiba-tiba Emily membencinya karena katanya Emily dapat email dari Cecilia yang mengatakan bahwa Cecilia berharap Emily ini cepat mati, padahal Cecilia ga pernah merasa dia ada kirim itu email dan puncaknya adalah ketika ia sedang berbicara dengan Sydney tiba-tiba seseorang memukul Sydney. Hal ini membuat Sydney shock karena mengira Cecilia yang memukulnya. James pun membawa Sydney keluar dari rumah dengan alasan keselamatan Sydney dan James menganggap Cecilia sudah frustasi berat.

Cecilia sendirian di rumah malam itu dan ia memberanikan diri menelpon ke nomor hp Adrian. Tiba-tiba dari loteng rumahnya terdengar getaran HP, dengan berani Cecilia mengecek ke loteng dan yang benar saja di atas loteng ada HP nya Adrian, hasil karya Cecilia yang hilang, dan sebuah pisau. HP nya tiba-tiba mendapat pesan “SURPRISE”. Cecilia pun memberanikan diri melihat ke tangga loteng dengan membawa cat warna putih dan menyiramkan cat tersebut langsung lah terlihat sekilas wujud manusia yang tak kasat mata yang tertumpahi cat.

Cecilia berlari ke dapur mengikuti tetesan cat putih dan berteriak memanggil Adrian dengan menentangnya lalu ia dipukul oleh makhluk tak kasat mata ini dan membuat Cecilia berlari ke luar rumah dan memanggil grab untuk mengantarkannya ke rumah Adrian. Di dalam rumah Adrian, Cecilia mendapati ada pakaian dan alat yang ia curigai bahwa alat itu yang membuat Adrian menjadi invisible man.

Kembali dari rumah Adrian, Cecilia bertemu dengan Emily di sebuah café yang ramai dan menyakinkan Emily tentang semua yang ia lihat dan alami. Belum habis ia bercerita tiba-tiba sebilah pisau melayang ke leher Emily dan pisau tersebut meloncat ke tangan Cecilia. Cecilia yang shock melihat kematian Emily terdiam dan seluruh café panik. Akhirnya Cecilia ditangkap polisi dan dianggap orang tidak waras dikurung di sebuah pusat rehabilitasi gitu.

Kabar mengejutkan datang lagi, seorang dokter menyampaikan kepada Cecilia bahwa Cecilia sedang hamil. Tentunya ini membuat Cecilia shock. Tak lama setelah kabar tersebut Cecilia didatangani Tom. Tom memberikan kabar bahwa warisan akan dicabut karena Cecilia sekarang adalah criminal dan tidak waras. Namun Tom memberikan Cecilia pilihan lain agar bisa kembali kepada Adrian dan melahirkan anak dikandungannya.

Mendengar pernyataan Tom, Cecilia merasa sangat kesal karena dipermainkan oleh kakak-adik itu. Cecilia menolak mentah-mentah tawaran Tom dan kembali ke kamarnya denga mencuri pena Tom yang digunakan Cecilia untuk bunuh diri dengan menusuk urat nadi di pergelangan tangannya. Sontak invisible man yang ada juga di kamar Cecilia mencegahnya untuk bunuh diri. Namun Cecilia menusuk invisible man ini dan merusak baju invisible man tersebut yang membuat invisible man ini kelihatan sekali-kali.

Keributan terjadi saat Cecilia berlari keluar dari kamarnya dan invisible man membunuh beberapa petugas di sana. Cecilia mengejar invisible man tersebut yang akan mencari Sydney untuk disakiti. Di dalam rumah Sydney, rupanya Sydney yang sedang tidur tiba-tiba ditarik oleh invisible man dan dicekik. Untung James segera datang setelah menerima telpon dari Cecilia, namun James pun habis dihajar. Ketika James udah K.O tiba-tiba Cecilia datang dan menyemprotkan tabung pemadam kebakaran dan menembak invisible man itu.

Ketika topeng invisible man yang tewas itu dibuka, Nampaklah sosok seorang laki-laki yang bukan Adrian, namun Tom. Keesokkan hari nya Tim SAR atau semacamnya lah, langsung ke rumah Adran untuk menyerangnya. Namun diluar dugaan, Adrian malah ditemukan di rumah nya dalam keadaan terikat dan luka-luka di gudangnya. Adrian berdalih bahwa Tom lah orang yang jahat disini dan itu membuat semua orang percaya kecuali Cecilia.

Cecilia meyakinkan James, bahwa Tom hanyalah kambing hitam, pelaku sebenarnya adalah Adrian dan Adrian adalah orang yang cerdas dan bisa memanupulasi apapun. Cecilia akhirnya memutuskan untuk mengakhiri semuanya dengan menghubungi Adrian untuk bertemu di rumahnya Adrian. Mereka berbincang dan Cecilia meminta Adrian untuk mengakui semua kejahatannya, namun Adrian bersikeras bahwa ia juga korban. Di balik itu semua, rupanya Cecilia sudah meminta James untuk memantau mereka dari CCTV dan alat penyadap suara. Perbincangan mereka tidak berakhir dengan yang diinginkan Cecilia. Cecilia pun menyerah dan meminta izin ke toilet. Saat ditinggal Cecilia, tiba-tiba sebilah pisau melayang ke tangan Adrian dan membuatnya mengiris lehernya dan membuatnya mati seketika. Hal yang sama persis dengan kematian Emily.

Cecilia yang baru kembali dari toilet histeris melihat Adrian sudah bersimbah darah dan ia menelpon ke 119 untuk meminta bantuan. James yang menonton dari CCTV pun langsung masuk ke dalam rumah Adrian untuk memberikan pertolongan. Saat baru akan masuk ke dalam rumah Adrian, James melihat Cecilia sudah bersiap-siap pergi meninggalkan tempat itu dengan senyum dan membawa tas. Cecilia berkata “sekarang sudah tidak apa-apa” lalu James bertanya “Apa yang terjadi?” Cecilia menjawab “sudah selesai, Adrian bunuh diri, dan itu juga terlihat oleh CCTV mu bukan?” Sekilas James melihat di dalam tas nya Cecilia ada baju yang dipakai Invisible Man, James pun menjawab dengan wajah yang sedikit ragu “Iya, dia bunuh diri”. Cecilia tersenyum berjalan keluar rumah dan meninggalkan James.

Buahhh!! Memang ini film mantappp kali lah. Buat pencinta thiller dan horror boleh dicoba. Awalnya aku nonton ini film, aku tu takut kali karena rasanya kek nonton horror, barangnya jatuh sendiri lah, ada yang narik selimut pas tidur lah, ah pokoknya ngeri lah.
Pas baca direview orang lain juga pada bilang ini film ga bisa ditebak. Ya aku mikirnya mungkin si Cecilia ini yang halu atau si Emily ini yang sebenarnya jahat, tapi yap, endingnya buat aku ternga-nga dan mikir sebenarnya siapa orang yang baik di film ini???
So you all must watch this movie langsung biar langsung dapat sensasi serunyaaa!!!

Kesimpulan yang aku dapat dari film ini
1. Orang yang udah baik, kalau dijahatin terus dipojokin terus sekalinya jahat akan jadi super duper triple jahatnya. Kayak pepatah “marahnya orang sabar tu lebih ngeri”.
2. Yap kebanyakan manusia hanya melihat apa yang dia mau lihat, hanya dengar apa yang mau dia dengar. Sama kayak James pada ending film. Kalau James ini penjunjung keadilan pasti ia bakalan ngelaporin si Cecilia sebagai pembunuh Adrian. Namun kalau pake logika ya, James mungkin mikir “Kalau si Cecilia ditangkap polisi ntar uang sekolah anak gue ga bisa dibayarin dan juga si Adrian juga jahat udah mukul gue n anak gue” pemikiran itu yang membuat dia setuju dengan Cecilia yang mengatakan bahwa Adrian bunuh diri. Padahal dia liat dong baju invisible man yang dibawa Cecilia membuktikan bahwa Cecilia lah yang bunuh si Adrian.

So guys, thank you for reading my blog. Semoga kalian suka ya dengan tulisan ini. Jangan lupa comment di bawah ya kalau ada saran dan pendapat. Mohon maaf jika ada salah pengetikkan atau salah apapun lah ya. Tunggu review film selanjutnya yoooo…. Byee…byeee